Investment Grade Menaikkan Reksadana Berbasis Obligasi

Terdapat Lembaga pemeringkat yang memberikan Indonesia rating Investment Grade atau bisa dikatakan layak investasi. Meski ada banyak sekali Lembaga pemeringkat di dunia terdapat 3 lembaga yang mengganjar peringkat layak investasi, Lembaga tersebut  diantaranya Moody’s Rating , S&P Rating dan Fitch Rating.

sumber : countryeconomy.com


Alasan dari Lembaga Pemeringkat Fitch adalah karena ketahanan Indonesia dalam merespon guncangan eksternal dan faktor geopolitik yang berlangsung beberapa tahun belakangna ini serta kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia mampu membuat perekonomian stabil. Sebagai contoh kebiakan moneter mampu menjaga volatile aliran uang asing yang berinvestasi di dalam negeri. Sedangkan menurut Moody’s rating, Indonesia mampu menjaga batas defisit di bawah 3%.

Peringkat Investasi ini dibutuhkan oleh negara berkembang seperti Indonesia. Peringkat ini akan memacu negara berkembang dalam memperbaiki perekonomiannya melalui kebijakan moneter dan fiscal. Sehingga negara teresebut akan menjadi daya tarik bagi para investor asing untuk menanamkan dananya di Indonesia.

Dampak langsung dari Investment Grade adalah ke obligasi. Bila kita perhatikan negara - negara maju seperti Amerika, Jepang dan Singapur, negara tersbut hanya memberikan imbal hasil obligasi sebesar 1%-2%. Berbeda dengan Indonesia yang memberikan imbal hasil obligasi sebesar 5%-6%. Lalu kenapa invetor lebih tertatik investasi obligasi ke Jepang, Singapura dan Amerika yang memberikan Yield lebih rendah disbanding Indonesia?. Jawabannya adalah karena negara maju yang memiliki rating AAA memiliki kondisi ekonomi yang dapat dibilang aman, inflasi yang rendah dan risiko gagal bayar pun tidak ada.

Investment grade menandakan tingkat inflasi yang rendah sehingga suku bunga tabungan dan kredit akan menurun,  yield dari obligasi juga menurun, dan akhirnya akan menaikkan harga obligasi. Hal ini akan berdampak pada harga instrument investasi seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran juga meningkat.

Dapat dikatakan bahwa obligasi merupakan tanah, reksadana adalah tanamannya dan investment grade adalah air ditengah musim kemarau. Jadi apabila tanaman di tanam di tanah yang baik dan disiram setiap hari maka akan membuat tanaman itu semakin subur. Porofolio reksadana pendapatan tetap yang berisi obligasi yang ratingnya bagus kemudia adanya katalis positif dari Lembaga rating akan membuat harga reksadana pun akan naik.