Corfina Reksadana Online System | Bolehkah Investasi Dari Uang Hutang?

Author : Yulia Andita

Investasi dan juga hutang adalah hal yang wajib dilakukan/ditunaikan bagi kita. Investasi menjadi wajib ketika kita memiliki tujuan keuangan dengan masa waktu yang masih lama. Tujuan keuangan itu sendiri berbeda-beda bagi setiap orang. Mulai dari membeli rumah, persiapan nikah, dana pensiun dan juga membeli kendaraan pribadi. Karena jika hanya mengandalkan dari penghasilan saja belum tentu mecapai tujuan keuangan tersebut. Penghasilan yang anda dapat bisa jadi behenti sampai usia pensiun setelah itu anda tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Untuk itulah kita perlu berinvestasi.

Sedangkan membayar hutang hingga lunas juga merupakan kewajiban bagi setiap orang. Biasanya jika berhutang maka akan dikenakan beban bunga. Beban bunga akan menumpuk jika tidak dibayar. Sehingga bunga yang besar ditambah lagi dengan pokok hutang yang tidak segera dibayar akan membuat anda terlilit utang akhirnya bisa bangkrut.

Hal itu yang membuat setiap orang menghindari berhutang. Namun bolehkan kita berinvestasi dengan uang hutang?

Meminjam uang terkadang dilakukan oleh beberapa orang ketika uang penghasilannya tidak cukup untuk 1 bulan. Seringkali gaya hidup yang suka berbelanja membuat orang lupa untuk mengatur uangnya. Bahkan bukan lagi meminjam ke teman melainkan menggunakan fasilitas kartu kredit. sebenarnya hutang bisa menguntungkan jika menggunakan untuk hal yang produktif. Contohnya meminjam uang untuk membuka usaha atau menambah asset produktif. Jika anda meminjam uang untuk modal usaha, maka cicilan hutang anda bisa tertutupi dengan omset.

Lalu bagaimana dengan berhutang untuk investasi?

Investasi ini banyak jenisnya mulai dari investasi real misalnya pada bisnis, barang antik, tanah, dan logam mulia. Sedangkan investasi finansial contohnya investasi di pasar modal seperti obligasi, saham dan reksadana, kemudian investasi di pasar uang misalnya deposito, Surat Berharga Negara dll.

Semua investasi tidak ada yang pasti keuntungannya dan juga memiliki risiko yang berbeda-beda. Jika berinvestasi di sektor riil seperti di bisnis, belum tentu setiap bulan kita akan menerima keuntungan. Karena ada risiko kerugian juga, ketika rugi maka beban utang setiap bulan juga harus dibayar sehingga ‘nombok’ lebih besar. Kemudian jika kita berinvestasi di emas, yang memiliki potensi kenaikan setiap tahun. Tapi kenaikan emas tidak sebanding dengan beban bunga pinjamannya.

Lalu jika kita berinvestasi di pasar modal maka kita berinvestasi pada ketidak pastian. Mengapa demikian karena di pasar modal tidak ada yang bisa memprediksi dengan akurat. Terkadang analis memprediksi saham akan naik, bisa jadi sahamnya tiba-tiba turun tidak karuan. Tidak ada yang tidak mungkin bukan?

Baca Juga : Corfin Reksadana Online System | Saham Syariah, Investasi Makin Berkah

Bagi investor yang masih pemula tidak dianjurkan untuk meminjam uang untuk berinvestasi di pasar modal. Karena risiko yang dihadapi orang yang berhutang ini adalah risiko membayar bunga dan juga risiko kerugian investasi secara bersamaan.

Bahkan orang yang berhasil di investasi saham seperti Warrant Buffet pun tidak menyarankan meminjam uang demi membeli saham. Karena seperti yang sudah disebutkan diatas bisa jadi harga saham yang dibeli merosot dengan tajam bahkan dalam hitungan detik saja. Dengan begitu modal yang anda pinjam bisa berkurang namun beban hutang anda tetap. Bisa depresi berat ya kalo sudah seperti ini.

Kesimpulan

Jangan sampai anda tergiur dengan keuntungan investasi jika menggunakan modal besar namun anda bisa terlilit utang. Lebih baik anda berinvestasi dengan modal kecil namun dilakukan secara rutin. Karena jika dilakukan dengan rutin dalam jangka waktu yang panjang maka hasilnya bisa maksimal. Namun jika anda sudah terlanjur memiliki hutang maka jangan sampai lari dari tanggung jawab. Lunasi hutang anda dengan uang penghasilan anda. Namun hutang jangan menjadi alasan untuk tidak berinvestasi. karena masih ada investasi hanya bermodalkan Rp.100.000 seperti reksadana. Sehingga utang anda lunas tapi asset investasi anda bertambah.