Investasi Reksadana : Sekaligus Atau Berkala?

Investor dalam strategi manajemen keuangannya berbeda beda terutama dalam hal mneyetorkan dananya ke dalam sebuah instrumen investasi. Ada investor ada yang memilih menyetorkan dananya secara sekaligus dan ada juga yang memilih menyetorkan dananya sedikit demi sedikit.

Cara berinvestasi yang menyetorkan dananya sekaligus untuk 1 instrumen dan akan mendiamkan dananya hingga jangka waktu tertentu disebut lump sum. Investor yang menyetorkan sekaligus memeiliki strategi buy and hold investment. Biasanya investor yang memiliki dompet tebal serta memiliki pengalaman dan pengetahuan, startegi ini sangat cocok dilakukan.

Sedangkan strategi berkala merupakan cara investasi secara kontinu dengan jumlah uang tertentu baik secara bulanan, mungguan, kuartalan, dan mungkin semesteran. Cara seperti akan membuat nilai investasi anda berada pada nilai rata-rata. Sehingga startegi ini cocok bagi investor yang memilki pendapatan seperti karyawan karena tidak akan memberatkan.

Kedua strategi ini bukan mengenai mana yang lebih baik melainkan mana yang lebih cocok dan sesuai dengan kondisi keuangan anda.

Investor Sekaligus

Keunggulan dari cara investasi sekaligus, akan menguntungkan jika asumi harga reksadana pagi titik rendah. Karena jika melakukan investasi berkala akan memperoleh harga rata-rata karena bisa jadi ketika anda membeli reksadana selanjutnya harganya lebih tinggi dari sebelumnya. Sehingga hasilnya tidak maksimal. Sehingga cara investasi lump sum ini sangat cocok digunakan ketika pasar dalam keadaan tren bullish.

Keadaan akan tidak mengenakkan ketika anda membli reksadana atau instrument lainnya ketika harga sudah pada titik tertingginya sehingga membuat harga turun dan anda bisa saja mengalami kerugian yang lebih besar. Maka cara investasi ini harus mengukur timing yang tepat sehingga diperlukan pengalaman dan keahlian dalam mengukur keadaan pasar dalam jangka panjang.

Cara investasi ini adalah cara yang tepat bagi investor yang mau bersabar dan siap menghadapi risiko penurunan harga.

 

Baca Juga : Naik Haji Hasil Investasi

 

Investor Berkala

Investasi berkala merupakan mendisiplinkan diri dalam berinvestasi dengan komitmen penyetoran uang dalam jumlah yang sama setiap periodenya baik dalam kondisi harga sedang naik atau turun. Startegi ini diseut Rupiah Cost Averaging.

Cara ini memang membuat investor berusaha untuk menyisihkan dana nya untuk investasi bukan menggunakan jumlah uang sisa setelah kebutuhan semuanya terpenuhi. Sehingga dapat mengubah invetor yang konsumtif menjadi lebih solutif dalam mneggunakan dan menempatkan dananya.

Setiap cara investasi pasti memilki kelemahan misalanya pada cara ini. Investor tidak memperdulikan kondisi pasar yang terjadi. Baik kondisi pasar dalam keadaan naik ataupun turun, invetor ini akan terus  konsisten melakukan penyetoran setiap periodenya. Keuntungan yang didapt dari startegi ini memang kurang besar jika kondisi pasar cenderung fluktuatif. Jadi strategi ini sangat cocok ketika kedaaan pasar dalam trend bearish.