Mahasiswa Butuh Dana Darurat ?

Setiap orang  pasti pernah mengalami kekurangan finansial, apabila anda sudah berkeluarga dan memiliki banyak pengeluaran dan kebutuhan dalam keuarga. Baik kebutuhan istri, anak dan kebutuhan pokok lainnya. Lalu bagaimana dengan pelajar/mahasiswa?

Mahasiswa dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri. Mandiri dalam mengurus kebutuhan sendiri. Terutama bagi anak yang jauh dari kedua orang tuanya. Mereka harus membiasakan diri dalam mengatur keuangannya setiap bulan. Walaupun dalam kesehariannya masih ada mahasiswa yang menerima pemasukan dari ornag tuanya dan juga ada yang bekerja di sela-sela waktu luangnya.

Namun pemasukan itu jika tidak dibarengi dengan pengetahuan dalam mengelola keuangan, maka defisit keuangan yang akan dialami oleh mahasiswa. Hal yang terpenting selain hidup berhemat tetapi ada juga dana darurat yang harus dimiliki. Namun seberapa pentingkah dana darurat bagi mahasiswa?

Alasan-alasan yang harus menjadi motivasi dalam memiliki dana darurat:

1. Mempersiapkan kebutuhan mendadak

Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi juga keperluan dan kebutuhan setiap bulannya. Uang bulanan anda ketika SMA lebih kecil dibanding dengan uang kuliah s1. Serta kehidupan mahasiswa pasti jauh-jauh dari hal akademik. Jadi kebutuhan pasti berkaitan dengan keperluan kuliah seperti membeli buku, fotocopy materi, membayar iuran kas organisasi dan masih banyak lagi. Jika anda hanya menerima kiriman dari orang tua drngan jumlah yang sama setiap bulannya, maka akan uang yang diterima tidaklah cukup.

 

2. Mencegah masalah keuangan yang tidak terduga

Dana darurat sangatlah membantu ketika terjadi hal yang tidak pernah kita duga-duga sebelumnya apalagi kebutuhan dananya juga tidaklah kecil.

Kejadian-kejadian yang tidak terprediksi sebelumnya seperti kecelakaan, jatuh sakit ataupun ada permasalahan keuangan keluarga. Karena itu maka dana darurat bisa menjadi tameng pertama dalam menutupi kebutuhan hal diatas. Bayangkan jika dalam keadaan genting namun anda tidak memiliki dana cadangan, pasti akan kebingungan mencari dana tersebut. Pinjam teman? Belum tentu teman mu punya uang yang kita butuhkan. Minta orang tua lagi? Pasti akan terasa membebani keluarga.

 

2. Bukti kemandirian keuangan seorang mahasiswa

Tidak semua pelajar dapat mengatur keuangannya. Ada beberapa yang boros setiap bulan sehingga selalu merasa tidak cukup. Gaya hidup mahasisa yang terkadang membuat mereka boros dan ada rasa tidak enak jika menolak ajakan teman.

Baca Juga : Sulitnya Menurunkan Gaya Hidup Boros

Jika pola hidupnya terus-terus ada kemungkinan tidak bisa menyisihkan uang untuk dana darurat. Ada baiknya mulai dari sekarang belajar untuk mengelola dengan baik terutama sudah mulai melek finansial sehingga tidak menyusahakan diri sendiri apalagi menyusahakan orang lain.

 

 

Berapa jumlah yang ideal jumlah dana darurat bagi mahasiswa?

Jumlah dana darurat bagi setiap orang pasti berbeda-beda tergantung pada jumlah pengeluaran setiap bulannya. Maka untuk mengetahui nya maka harus menghitung jumlah pengeluaran rata-rata setiap bulan.

Besaran jumlah dana darurat:

  • Single atau belum memiliki pasangan dan keluarga 3x biaya hidup rata-rata .
  • Memiliki pasangan 6x biaya hidup rata-rata.
  • Keluarga dengan 1 anak per tanggungan 9x biaya hidup rata-rata.
  • Keluarga dengan 2 anak per tanggungan atau lebih 12x biaya hidup rata-rata.

 

Karena mahasiswa termasuk kategori single maka dana darurat yang harus dimiliki minimal 3x dari jumlah biaya hidup rata-rata.

Sebagai contoh biaya bulanan Bejo adalah sebagai berikut:

Biaya Kost: Rp. 600.000

Biaya Makan: Rp. 1.200.000

Biaya Transportasi: Rp. 500.000

Biaya Hiburan: Rp. 150.000

Total Penegluaran : Rp. 2.450.000

 

Maka dana darurat yang dibutuhkan oleh Bejo adalah 3x dari total biaya hidup nya yaitu 3 x Rp. 2.450.000 = Rp. 7.350.000.

Melihat besarnya jumlah dana darurat yang harus dipenuhi maka tidak bisa kita kumpulkan sekaligus jadi alternatifmya yaitu dengan menyisihkan uang bulanan atau hasil kerja part time untuk di tabung atau diinvestasikan