Reksadana Pasar Uang, Risiko Rendah Cocok Untuk Pemula

Author : Yulia Andita 

Sebagai orang yang baru memsauki dunia investasi serta kebanyakan orang pasti akan takut untuk memeulai investasi karena risiko yang tinggi. Mereka akan beranggapan bahwa jika berinvestasi itu bisa bangkrut dan juga tidak mengerti. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan dan enggan untuk mencari tahu lebih jauh tentang produk investasi.

Reksadana pasar uang adalah salah satu solusi bagi pemula. Karena reksadana pasar uang ini memiliki tingkat risiko yang kecil dibanding dengan jenis investasi lainnya. Tingkat risiko yang kecil ini menggambarkan bahwa pergerakan harganya tidak terlalu fluktuatif. Maksudnya adalah reksadana ini turun naiknya harga tidak terlalu besar. Bisa dikatakan bahwa pertumbuhan atau kenaikan harganya stabil dari hari ke hari.

Dengan risiko yang rendah dan imbal hasil yang cukup stabil per harinya, tidak membuat banyak orang yang mau berbondong-bondong berinvestasi di jenis investasi ini. Padahal sejak kita kecil, sudah diajarkan untuk hidup hemat dengan cara menabung. Namun cara ini sudah seharusnya ditinggalkan karena menabung hanya membuat uangmu diserang oleh inflasi.

Zaman sekarang sudah sangat mudah untuk memulai investasi. Maka gaya menabungmu harus dinaikkan levelnya menjadi investasi. Dengan berinvestasi maka kamu sudah sadar bahwa uang bukan hanya untuk disimpan melainkan jumlah uang anda terus bertambah. Bahkan kalo kamu  mulai investasi di reksadana pasar uang uangmu bisa bertambah berlipat-lipat dibandingkan ditabung di deposito.

 

Reksadana Pasar Uang vs Deposito

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana nya di deposito dan juga surat utang yang jangka waktunya kurang dari 1 tahun. Jadi reksadana pasr uang bisa lebih fleksibel. Bisa saja suatu saat hari deposito bisa anjlok, maka uangnya masih bisa dialihkan di surat utang negara atau obligasi. Nah jika obligasi dan surat utang sedang turun maka bisa dialihkan ke deposito. Kemudian reksadana juga tidak perlu dipantau setiap saat seperti trading saham. Karena pengelolaanya langsung oleh manajer investasi. Selanjutnya persentase imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan deposito. Karena reksadana pasar pasar uang bisanya akan mendapat special rate dari berbagai bank. Serta tidak dikenakan pajak dari keuntungan investasi.

Baca Juga : Membeli Reksadana Lagsung ke Manajer Investasi, APERD atau Reksadana Online?

 

Deposito biasanya menerapkan pinalti jika kamu mengambil uang lebih cepat sebelum jatuh tempo. Berbeda dengan reksadana yang membebaskan investor bisa mengambil uangnya kapan saja tanpa dikenakan pinalti.

 

Simulasi Investasi Reksadana Pasar Uang

Sebagai gambaran seperti apakah berinvestasi di reksa dana pasar uang tersebut, simak simulasinya sebagai berikut:

Misalnya Riko punya uang Rp 10.000.000 dan ingin membeli reksa dana pasar uang senilai modalnya itu.

Pada saat Riko membeli reksa dana pasar uang di Corfina Capital yaitu produk Corfina Dana Kas Syariah tersebut, nilai NAB per UP 1.000, maka dia akan mendapatkan: Rp10.000.000/1.000 = 10.000 Unit Penyertaan.

 

Kondisi NAB naik

Setelah 5 bulan, ternyata NAB per UP Dana Kas Syariah naik menjadi 1.500.

Riko kemudian memutuskan untuk menjual seluruh Unit Penyertaannya (UP), maka dia dipastikan akan untung karena nilai NAB per UP naik.

Perhitungannya adalah:

1.500 (perubahan UP) x 10.000 (nilai NAB dari UP awal) = Rp 15.000.000 (hasil dari perubahan UP)

Sehingga keuntungan yang didapat adalah sebesar Rp. 10.000.000-Rp. 15.000.000 = Rp. 5.000.000.

 

Kondisi NAB Turun

Sebaliknya, pada saat NAB per UP itu turun ke Rp. 800 dan Riko memutuskan tetap menjual selluruh unitnya, maka dia akan mengalami kerugian.

Perhitungannya adalah:

Rp. 800 (perubahan UP) x 10.000 (nilai NAB dari UP awal) = Rp 8.000.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp. 8.000.000 (hasil dari perubahan UP) – Rp 10.000.000 (modal) = Minus (-) Rp 2.000.000

Jadi, dalam 5 bulan Riko  investasi di Dana Kas Syariah tersebut bisa meraup keuntungan sebesar Rp 5.000.000 atau justru malah mengalami kerugian Rp 2.000.000, tergantung dari posisi nilai NAB per UP pada waktu penjualan instrumen tersebut.